Beranda Balap Gravel Stage Ancam Mimpi di Tour de France

Gravel Stage Ancam Mimpi di Tour de France

11
0

Troyes, Prancis – Perlombaan Tour de France akan menghadapi ujian berat pada etape kesembilan, yang dikenal sebagai "pemecah mimpi". Etape ini akan berlangsung di sekitar kota Troyes dan menampilkan 14 sektor tanah berkerikil sejauh 32 kilometer.

Bagi para pembalap spesialis klasik, etape ini menjadi peluang emas untuk meraih kemenangan. Namun, bagi para pembalap umum (GC), kekacauan yang diprediksi dapat merugikan mereka secara signifikan.

Remco Evenepoel, yang berada di posisi kedua klasemen, menyatakan bahwa etape ini sangat sulit. Pembalap Belgia ini mengkhawatirkan kerugian yang mungkin terjadi jika mengalami nasib buruk. Ia menekankan pentingnya posisi dan kesiapan untuk bertarung.

Di sisi lain, juara bertahan Tadej Pogacar justru mengaku menantikan etape tanah berkerikil ini. Pembalap Slovenia itu telah melakukan pengintaian dan yakin siap untuk menghadapi segala skenario.

Namun, tidak semua pembalap seantusias Pogacar. Jai Hindley memperkirakan etape ini akan sangat menegangkan dan menyebut jalanan di antarasektor tanah berkerikil juga berpotensi menimbulkan kekacauan.

Walaupun demikian, Hindley meyakini bahwa tanah berkerikil memiliki tempat dalam Tour de France. Ia berpendapat bahwa sejarah balapan ini tidak lepas dari berbagai jenis permukaan jalan yang harus dilewati para pembalap.

Etape kesembilan akan dimulai pada hari Minggu pukul 12:15 waktu Inggris. Sektor tanah berkerikil pertama akan dihadapi setelah 47 kilometer balapan, sementara sektor terakhir terletak 10 kilometer sebelum garis finis. Sektor terpanjang membentang sepanjang 4 kilometer.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini