Beranda Berita Ana Magalhães, Si Pemberontak dari Brasil yang Berjaya di Giro d’Italia Women

Ana Magalhães, Si Pemberontak dari Brasil yang Berjaya di Giro d’Italia Women

10
0

Ana Vitória ‘Tota’ Magalhães, pembalap muda asal Brasil, tengah menjadi sorotan di ajang bergensi Giro d’Italia Women. Dengan gaya balap agresifnya, ia mampu menciptakan gebrakan meski baru dua tahun berkiprah di Eropa.

Pada etape kedua Giro d’Italia Women, Magalhães melakukan serangan yang mencengangkan. Ia melakukan pergerakan solo sejauh 100 km dan bertahan sendirian selama 30 km. Upayanya baru bisa digagalkan 1,8 km sebelum garis finis.

"Saya mungkin akan memikirkan dua kilometer terakhir itu malam ini ketika saya beranjak tidur. Tapi saya bangga dengan cara saya balapan. Menyerang adalah gaya balapan saya, dan suatu saat nanti, saya akan menang. Saya hanya akan terus percaya diri dan menunjukkan diri, dan suatu hari nanti, saya yakin serangan saya akan berhasil," kata Magalhães kepada Cyclingnews.

Meski sempat membidik jersey klasifikasi gunung, namun mimpi Magalhães kian besar seiring jaraknya dengan rombongan semakin jauh. "Saya memikirkan jersey gunung. Tapi ketika jarak waktunya terus bertambah, saya mulai percaya bahwa mungkin tahap ini juga bisa saya menangkan. Sayangnya, jaraknya 1,8 km lebih jauh dari yang bisa saya pertahankan," ungkapnya.

Magalhães memulai serangannya bersama Alessia Missiaggia dari Top Girls Fassa Bortolo sejak kilometer ketujuh. Namun, pada tanjakan pertama dari dua tanjakan ke Cavriani, Magalhães meninggalkan rekannya.

"Kami memiliki aliran yang sama, pada dasar yang sama, kurang lebih. Dia banyak membantu, dan saya pikir dia juga percaya bahwa mungkin kami bisa memenangkan tahap itu," tutur Magalhães.

Namun, pada tanjakan terakhir menjelang finis, kerja sama mereka berakhir. Magalhães tidak bisa lagi menahan laju pembalap Brasil itu.

"Saya tidak menyangka bisa meninggalkannya di tanjakan. Saya melakukan kecepatan saya sendiri karena saya ingin mengambil poin QOM. Di puncak tanjakan, saya berpikir untuk menunggunya atau tidak, tapi kemudian saya berpikir, ‘sekarang atau tidak sama sekali’, jadi saya terus melaju," ungkap Magalhães.

Meski gagal memenangi etape yang akhirnya dimenangkan oleh Chiara Consonni dari UAE Team ADQ, Magalhães berhasil meraih jersey gunung biru – menjadi pembalap Brasil kedua yang mengenakan jersey gunung Giro Women setelah Flávia Oliveira. Magalhães menyadari akan sulit mempertahankan jersey ini pada etape selanjutnya yang hanya memiliki tanjakan kategori ketiga sebagai finis.

"Tentu saja saya akan mencoba mempertahankannya, tapi saya tahu itu akan cukup sulit. Kita lihat saja, ada banyak pendaki kuat, lebih kuat dari saya, tapi saya akan melakukan yang terbaik," katanya.

Penampilan gemilang Magalhães di salah satu balapan terbesar pada kalender balap sepeda wanita membawanya pada harapan untuk menginspirasi pembalap lainnya.

"Saya harap ini menginspirasi orang lain, tidak hanya warga Brasil, untuk percaya pada diri sendiri dan menunjukkan diri. Hari ini bukan hasil yang saya harapkan, tapi suatu saat nanti akan terjadi, dan semua ini akan terbayar," kata Magalhães.

"Kami adalah negara yang besar dengan banyak talenta. Saya tahu kami adalah negara sepak bola, tapi negara yang besar dapat menjadi juga negara bersepeda. Saya harap jersey QOM ini dapat menginspirasi generasi mendatang untuk percaya pada diri sendiri, untuk mengejar impian mereka, dan saya harap akan lebih banyak warga Brasil yang balapan di Eropa," pungkas Magalhães.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini