Beranda Berita Cavendish Siap Beraksi di Türkiye, Incar Rekor Tour de France

Cavendish Siap Beraksi di Türkiye, Incar Rekor Tour de France

17
0

Mark Cavendish mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapannya untuk kembali berlaga di lintasan balap. Sprinter kawakan asal Inggris itu tengah menjalani latihan bersama pelatihnya, Vasilis Anastopoulos, di Yunani.

Setelah absen sejak mengalami sakit di Milano-Torino pada 13 Maret lalu, Cavendish tampak bertekad untuk mengembalikan performa terbaiknya. Ia akan mengawali comeback-nya di Presidential Cycling Tour of Türkiye yang dimulai di Antalya pada hari Minggu.

Nama Cavendish tercantum dalam daftar tim Astana Qazaqstan untuk Tour of Türkiye. Namun, pembalap berusia 38 tahun itu mengungkapkan bahwa ia akan berpartisipasi dalam Tour de Hongrie sebagai persiapan menuju Tour de France.

Kemenangan etape di Tour de France dan rekor kemenangan etape tetap menjadi tujuan utama musim ini bagi Cavendish. Namun, Astana Qazaqstan juga sangat membutuhkan poin peringkat jika ingin mempertahankan posisinya di antara 18 tim WorldTour untuk musim 2026-2028.

Cavendish mengunggah beberapa postingan di Instagram yang memperlihatkan latihan kerasnya di bukit-bukit Yunani. Ia juga menjalani latihan motor pacing di belakang skuter yang dikendarai oleh Anastopoulos. Metode latihan serupa yang ia lakukan pada tahun 2021 membuahkan hasil dengan raihan empat kemenangan etape di Tour de France.

Anastopoulos bergabung dengan Astana Qazaqstan untuk memperkuat tim sprint Cavendish. Mark Renshaw memiliki peran penting sebagai direktur olahraga, sementara Michael Mørkøv yang bergabung dari Soudal-QuickStep menjadi ujung tombak tim.

Cavendish awalnya mengumumkan pensiun selama Giro d’Italia 2023, tetapi berubah pikiran setelah mengalami kecelakaan di Tour de France. Ia telah berlaga selama 17 musim dan meraih 163 kemenangan, termasuk di Milan-San Remo dan kejuaraan dunia balap jalan raya di Kopenhagen pada tahun 2011.

Meski usianya mendekati kepala empat, Cavendish menunjukkan motivasi yang tinggi untuk tampil maksimal di musim terakhirnya. Ia mengakui bahwa sprint bukanlah sebuah kecanduan, melainkan bagian dari dirinya yang membuatnya merasa hidup. Cavendish menikmati taktik dan strategi yang dibutuhkan dalam sprint, yang menjadikannya disiplin yang mendebarkan dan menantang.

Musim 2023 Cavendish sempat dimulai dengan baik dengan kemenangan etape di Tour Colombia, tetapi kemudian terhambat oleh penyakit. Tour of Türkiye akan menjadi ajang pembuktian Cavendish setelah absen cukup lama. Ia akan menghadapi persaingan ketat dari para sprinter top seperti Sam Welsford, Danny Van Poppel, Fabio Jakobsen, dan Aaron Gate.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini