Beranda Berita "Dangerous Cycling" Law Tak Jadi Diloloskan, Aktivis Tetap Berjuang

"Dangerous Cycling" Law Tak Jadi Diloloskan, Aktivis Tetap Berjuang

48
0

Pemerintah Inggris membatalkan rencana undang-undang "dangerous cycling" karena pemilu umum yang akan digelar pada 4 Juli.

Sebelumnya, amandemen Undang-Undang Peradilan Pidana untuk memasukkan pelanggaran "menyebabkan kematian karena bersepeda berbahaya, ceroboh, atau tidak hati-hati" telah disetujui pemerintah. Namun, karena Parlemen akan dibubarkan Kamis mendatang, tidak ada cukup waktu bagi amandemen tersebut untuk lolos di Dewan Perwakilan Rakyat dan menjadi undang-undang.

Anggota Parlemen Konservatif Iain Duncan Smith, yang mengusulkan undang-undang baru tersebut, menegaskan bahwa itu tidak "anti-bersepeda".

"Sama seperti pengemudi yang bertanggung jawab atas mengemudi berbahaya yang mengakibatkan kematian, pesepeda, menurut saya, harus menghadapi konsekuensi serupa untuk perilaku sembrono yang menyebabkan kematian," katanya.

Namun, Komisaris Perjalanan Aktif Nasional Chris Boardman menyayangkan fokus negatif pada pengendara sepeda.

"Semua orang harus mematuhi peraturan lalu lintas, tetapi saya kecewa bahwa fokus pada sesuatu yang begitu baik bagi masyarakat dan memberikan kebahagiaan justru berada di sisi negatif," ujarnya.

Meskipun undang-undang tersebut tidak akan disahkan oleh Parlemen saat ini, pemerintah berikutnya masih dapat mengambil alih masalah tersebut.

Matthew Briggs, suami Kim Briggs yang terbunuh oleh seorang pesepeda saat menyeberang jalan di London pada 2016, memimpin kampanye untuk undang-undang "dangerous cycling". Briggs berpendapat bahwa tidak adanya undang-undang "dangerous cycling" yang spesifik menyulitkan dakwaan pembunuhan untuk diajukan.

"Saya bukan ahli konstitusi, tapi saya paham bahwa semua undang-undang yang disahkan oleh MPR akan gugur setelah pembubaran," tulis Briggs di Twitter. "Kalau begitu, kami akan kembali. Undang-undang ini mendapat dukungan lintas partai dan pekerjaan utamanya sudah selesai. Insiden-insiden ini akan terus terjadi dan sorotan akan kembali."

Terkait isu ini, The Telegraph mengoreksi berita mereka yang berjudul "52mph in a 20mph zone ‘Lycra lout cyclists are creating death traps all over Britain’".

Artikel tersebut berdasarkan data Strava pada segmen yang disebut Tite St to Chelsea Bridge, yang ternyata tidak terjadi di dunia nyata, melainkan di turbo trainer.

Dalam koreksinya, The Telegraph menulis, "Artikel dan judul ini telah diubah untuk menghapus kecepatan yang dicatat di Strava, yang telah dihapus oleh Strava dan tampaknya keliru."

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini