Beranda Berita Perdebatan Sengit: Gravel Roads Mengguncang Etape Tour de France

Perdebatan Sengit: Gravel Roads Mengguncang Etape Tour de France

11
0

Etape ke-9 Tour de France yang didominasi jalan kerikil di Troyes memicu reaksi beragam di kalangan pebalap dan staf tim.

Setelah sebelumnya menempuh jalan batu Paris-Roubaix dan jalan kerikil di Plateau des Glières, etape Minggu lalu menandai porsi jalan kerikil terpanjang dalam sejarah Tour de France. Secara keseluruhan, para pebalap menghadapi 32,3 km "chemins blancs" yang menyebar sepanjang 199 km.

Etape yang dimenangkan oleh Anthony Turgis tersebut tidak memicu pergerakan signifikan klasemen utama. Namun, etape ini menuai opini kuat mengenai jalan kerikil.

Pemimpin klasifikasi poin dan pemenang ganda etape, Biniam Girmay, termasuk pebalap yang mengkritisi gravel roads. Bintang Eritrea itu menyebut etape tersebut berbeda jauh dari yang terlihat di profil sebelumnya.

"Hari ini, berbeda dari yang terlihat di profil," kata Girmay. "Kami mengira ini akan menjadi balapan gravel di atas kertas, tetapi kami menghadapi tanjakan yang sangat curam. Sektor-sektornya juga berbeda dari yang kami lakukan beberapa bulan lalu saat peninjauan."

Sementara itu, pemimpin balapan, Tadej Pogačar, justru mendukung penggunaan jalan kerikil. Peraih gelar Strade Bianche dan Jaén Paraiso Interior tersebut mengaku senang mengendarai di atas gravel.

Berbeda dengan Pogačar, Yves Lampaert, rekan setim rival jersey kuningnya, Remco Evenepoel, menentang penggunaan jalan kerikil. Spesialis Belgia itu menyebut profil balapan tidak menunjukkan tanjakan yang sangat curam yang dihadapi pebalap, serta gravel yang jauh lebih longgar daripada sterrato di Strade Bianche.

"Sektor-sektornya agak berdekatan, dan mereka menambahkan terlalu banyak kerikil. Di Strade Bianche, kerikilnya lebih padat dan ada jejak roda mobil untuk dikendarai. Di sini, kerikilnya longgar. Anda bergantung pada keberuntungan, untuk tidak mengalami nasib buruk atau berada di belakang seseorang yang tidak bisa mengendalikan sepedanya. Hari ini terlalu berlebihan bagi saya," ujar Lampaert.

Direktur olahraga Soudal-QuickStep, Klaas Lodewyck, juga terkejut dengan kondisi jalan kerikil. Dia menyebut enam sektor terakhir sebagai "hanya tumpukan kerikil" yang dibuat secara artifisial.

Penolakan keras terhadap jalan kerikil datang dari manajer tim Red Bull-Bora-Hansgrohe, Rolf Aldag. Dia mempertanyakan alasan memasukkan jalan kerikil dalam Grand Tour, menyebutnya sebagai "pertaruhan" dan "tidak adil" bagi para pebalap.

Meski demikian, Aldag mengakui bahwa balapan itu sangat menghibur. Dia menyebut pertarungan di grup terdepan dan serangan yang dilancarkan oleh Evenepoel dan Pogačar sebagai tontonan yang mengesankan.

Perdebatan mengenai jalan kerikil di Tour de France kemungkinan akan terus berlanjut. Para pebalap dan tim staf terbelah dalam opini mereka, antara yang mendukung dan yang menentang. Tetapi satu hal yang pasti: etape yang penuh gejolak ini telah meninggalkan kesan yang tak terlupakan pada perlombaan tahun ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini