Beranda Berita Tantangan Ego Usia Tua dalam Bersepeda Jarak Jauh

Tantangan Ego Usia Tua dalam Bersepeda Jarak Jauh

19
0

Seorang pesepeda paruh baya bernama Greg Lemond pernah berkata, "Rasa sakitnya tidak berkurang, hanya melambatkan." Ungkapan itu menjadi sebuah insight yang dipahami benar oleh seorang pesepeda yang baru saja menuntaskan event Audax 200 km setelah 20 tahun absen.

Event tersebut merupakan bagian dari persiapan untuk "Babble Ride Across Britain" bulan September, yang mengharuskan pesepeda menempuh jarak rata-rata 177 km per hari selama sembilan hari.

Pesepeda itu awalnya meremehkan event tersebut, mengandalkan pengalamannya 20 tahun lalu dan mengabaikan perbedaan usia dan kondisi fisik. Namun, ia segera menyadari bahwa waktu dan kebugaran telah banyak berubah.

Pada masa mudanya, ia sering berlomba dan melakukan perjalanan bersepeda berjam-jam. Namun, kali ini ia kesulitan untuk menempuh jarak 200 km, meski telah mempersiapkan diri dengan matang.

Event Kennet Valley Run yang dipilih memang relatif datar, tetapi tetap memiliki tanjakan setinggi hampir 2.000 meter. Pesepeda itu melakukan beberapa kesalahan selama perjalanan, termasuk mengejar rombongan yang jauh di depan dan mengambil lampu yang hilang dari pengendara di depannya.

Meski banyak kesulitan, ia akhirnya menyelesaikan perjalanan dalam waktu 12,5 jam, walau menjadi peserta terakhir. Finish dengan ego yang terluka, ia belajar beberapa pelajaran berharga.

Mengandalkan ingatan masa lalu dan menolak fakta perubahan fisik dapat berujung pada kesulitan yang tidak perlu. Meskipun menantang ego dapat menjadi motivasi untuk mencapai tujuan, persiapan yang matang tetap penting, terutama untuk event besar yang ingin dinikmati.

Jadi, bagi pesepeda paruh baya, jangan takut untuk menguji batas diri. Namun, ingatlah untuk realistis, mempersiapkan diri dengan baik, dan menikmati perjalanan daripada hanya sekadar mencapainya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini