Beranda Balap Jersey Kehormatan Tour de France: Perjuangan Prestise dan Kehebatan

Jersey Kehormatan Tour de France: Perjuangan Prestise dan Kehebatan

17
0

Tour de France, ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia, bukan hanya menyuguhkan persaingan sengit, tetapi juga deretan jersey kehormatan yang menjadi simbol prestise dan kehebatan. Keempat jersey, yaitu kuning, hijau, merah muda, dan putih, diberikan kepada pembalap yang menduduki peringkat teratas dalam klasifikasi tertentu pada setiap etape.

Jersey Kuning: Simbol Hegemoni Waktu

Jersey kuning atau "maillot jaune" adalah jersey paling didambakan dalam bersepeda profesional. Diberikan kepada pembalap dengan waktu agregat tercepat, jersey ini merupakan simbol dominasi waktu. Pembalap yang berhak mengenakan jersey kuning adalah yang memimpin klasemen keseluruhan (GC).

Dalam beberapa tahun terakhir, Tadej Pogačar (UAE Team Emirates) dan Jonas Vingegaard (Jumbo-Visma) telah mendominasi klasemen GC, masing-masing memenangkan dua dan satu kali berturut-turut. Sebelumnya, pembalap Inggris Bradley Wiggins dan Chris Froome juga pernah menorehkan sejarah dengan memenangkan jersey kuning.

Jersey Hijau: Perburuan Poin Sprint

Jersey hijau atau "maillot vert" dianugerahkan kepada pembalap dengan poin terbanyak yang dikumpulkan melalui posisi finis di setiap etape serta sprint perantara. Poin yang ditawarkan bervariasi tergantung pada jenis etape, dengan etape datar dan sprint memberikan lebih banyak poin daripada etape berbukit dan pegunungan.

Peter Sagan telah menjadi sosok yang menonjol dalam klasifikasi poin dalam beberapa tahun terakhir, memenangkan jersey hijau sebanyak tujuh kali. Dalam edisi 2023, Wout van Aert (Jumbo-Visma) menjadi pesaing utama dalam perburuan jersey ini.

Jersey Merah Muda: Taklukkan Pendakian Terjal

Jersey merah muda atau "maillot à pois rouges" diberikan kepada pembalap yang mengumpulkan poin terbanyak dengan mendaki tanjakan yang diklasifikasikan di setiap etape. Tanjakan dikategorikan dari 1 (paling sulit) hingga 4 (paling mudah), dengan tanjakan "Hors Categorie" (HC) yang mewakili pendakian paling menantang. Semakin sulit kategorinya, semakin banyak poin yang ditawarkan.

Kategori pertama dari titik finis akan menggandakan poin pendakian. Poin-poin tersebut ditambahkan secara kumulatif, dan pembalap dengan poin terbanyak akan mengenakan jersey merah muda. Dalam beberapa tahun terakhir, Richard Carapaz dan Tadej Pogačar telah menjadi kekuatan dominan dalam klasifikasi pendakian.

Jersey Putih: Bakat Masa Depan yang Berjaya

Jersey putih diberikan kepada pembalap tercepat yang lahir setelah 1 Januari 1998. Jersey ini melambangkan potensi masa depan para pembalap muda. Sejumlah pembalap terkemuka, seperti Marco Pantani, Alberto Contador, dan Tadej Pogačar, telah memenangkan jersey putih pada awal karier mereka.

Dalam edisi 2023, jersey putih akan menjadi milik pembalap baru, karena Tadej Pogačar sudah tidak memenuhi syarat. Pembalap muda seperti Jonas Vingegaard dan Ganna Thomas dipastikan menjadi pesaing utama dalam perburuan jersey ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini