Beranda Balap Mads Pedersen: Bintang Sepeda Underestimated yang Tak Gentar Lawan yang Lebih Unggul

Mads Pedersen: Bintang Sepeda Underestimated yang Tak Gentar Lawan yang Lebih Unggul

10
0

Mads Pedersen, si pesepeda berjiwa kompetitif tinggi, mengakui keinginannya untuk menjadi yang teratas dalam setiap balapan. Namun, ia tak sembrono. Dengan rendah hati, ia memahami tantangan yang dimilikinya saat berhadapan dengan para pesepeda elit seperti Mathieu van der Poel, Wout van Aert, dan Tadej Pogačar.

Sejak memenangkan Kejuaraan Dunia pada tahun 2019, Pedersen telah berusaha keras untuk membuktikan kualitasnya. Enam kemenangan etape Grand Tour, dua gelar Ghent-Wevelgem, serta podium di Tour of Flanders dan Paris-Roubaix menjadi bukti kerja kerasnya. Kini, di Tour de France kelima, ia bertekad untuk menyamai reputasinya dengan bakatnya.

Meski menyadari lawan yang lebih diunggulkan, Pedersen memiliki keyakinan diri yang tinggi. "Saya memang tidak seberbakat mereka, tetapi saya juga menunjukkan bahwa mereka bisa dikalahkan," tegasnya. Ia bercita-cita menaklukkan balapan besar seperti Monumen, Olimpiade, dan Tour.

Selain berdedikasi pada olahraga, Pedersen juga sangat menghargai keluarganya. Ia membelikan toko sepeda untuk ayahnya dan membantu saudaranya bergabung dengan timnya. Ia pun sangat mengutamakan waktu bersama sang istri, Lisette.

"Saya berusaha menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional," ungkap Pedersen. "Kehidupan pribadi saya berjalan sangat baik."

Kendati sukses di atas sepeda, Pedersen tetap rendah hati. Ia sadar bahwa kesuksesan tidak diraih dengan mudah. "Saya harus bekerja keras dan tidak boleh menyerah," tegasnya.

Pedersen bersemangat untuk etape-etape Tour de France yang menantang. Ia menargetkan empat hingga lima kemenangan etape, termasuk etape berkerikil yang sangat dinantikan. Setelah Tour de France, fokusnya akan beralih ke Olimpiade, di mana ia bertekad meraih medali emas.

Pedersen menyadari pentingnya persepsi publik, namun ia mengutamakan kepuasan pribadi. "Saya bersepeda untuk kebahagiaan diri dan mencapai tujuan saya," tuturnya. "Pada akhirnya, ini hanya bersepeda. Saya bersyukur atas kemampuan saya dan bertekad untuk terus berjuang."

Dengan kepercayaan diri dan semangat juang yang tinggi, Mads Pedersen berpotensi menjadi bintang sejati dunia balap sepeda, melampaui para pesaingnya yang lebih diunggulkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini