Beranda Balap Prolog Singkat Tour de Romandie Jadi Spektakuler dan Penuh Ketegangan

Prolog Singkat Tour de Romandie Jadi Spektakuler dan Penuh Ketegangan

19
0

Tour de Romandie, balap sepeda bergengsi di Swiss, mengawali perlombaan dengan prolog unik yang berlangsung di kota Payerne. Berjarak hanya 2,28 km dengan 12 tikungan tajam, prolog ini hanya memakan waktu rata-rata 2:55 menit.

Meskipun terkesan singkat dan aneh, prolog ini menjadi ajang unjuk keterampilan dan kehati-hatian para pebalap dunia. Pembalap asal Belanda, Maikel Zijlaard, berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 46,9 km/jam, sekaligus meraih jersey kuning sebagai pemimpin lomba.

Keunikan prolog terletak pada jaraknya yang pendek dan tikungan yang berkelok-kelok. Hal ini memberikan tantangan bagi para pebalap untuk memilih jenis sepeda yang tepat, antara sepeda khusus time trial atau sepeda balap biasa.

"Saya memulai lebih awal, dan dua jam terakhir adalah yang terburuk dalam hidup saya," ujar Zijlaard pasca perlombaan. "Saya cukup bagus dalam balapan seperti ini, jadi saya datang ke sini dengan tujuan menaklukkan prolog."

Meskipun terlihat tidak biasa, prolog ini merupakan tradisi yang sudah dijalankan sejak 1970. Tujuannya adalah untuk menentukan urutan start untuk etape berikutnya yang lebih panjang dan menantang.

Giovanni Sammali, petugas pers Tour de Romandie, menjelaskan bahwa prolog ini memberikan kesempatan bagi kota Payerne untuk menunjukkan pesonanya dan menjadi tuan rumah bagi perlombaan bergengsi.

Selain itu, prolog yang singkat juga memberikan keuntungan bagi para tim untuk menyusun strategi dan membuat keputusan taktis yang tepat.

"Ini adalah lintasan yang indah dan tidak terlalu berbahaya," kata Maxime Monfort, direktur olahraga tim Lidl-Trek. "Tapi sangat teknis, jadi bisa saja berbahaya jika mereka mengambil terlalu banyak risiko."

"Kuncinya adalah bagaimana pebalap mengendalikan sepeda time trial mereka," lanjut Monfort. "Sepeda time trial memang lebih cepat, tetapi tikungan menjadi faktor penentu. Karena sepeda time trial kaku, pebalap harus menjadi spesialis tikungan untuk mendapatkan keuntungan."

Cameron Scott dari tim Bahrain-Victorious, yang finis kedua, mengaku lebih menyukai prolog yang singkat. "Saya sangat menantikan ini, mungkin salah satu balapan terbaik tahun ini bagi saya," katanya. "Saya berusaha menjaga laju saya tetap cepat dan mulus."

Prolog yang tidak biasa ini menjadi pembuka yang spektakuler dan menegangkan untuk Tour de Romandie. Ia menunjukkan keterampilan para pebalap, strategi tim, dan keindahan kota Payerne. Meskipun hanya berlangsung beberapa menit, prolog ini memberikan dampak besar pada jalannya perlombaan dan menjadi kenangan berharga bagi para pebalap yang berpartisipasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini