Beranda Balap Romain Bardet: Mendekonstruksi Supremasi Superteam di Balap Sepeda

Romain Bardet: Mendekonstruksi Supremasi Superteam di Balap Sepeda

18
0

Romain Bardet, pembalap sepeda kawakan asal Prancis, mengungkapkan keprihatinannya tentang dominasi superteam dalam dunia balap sepeda. Ia menilai fenomena ini telah mengurangi daya saing dan ketegangan dalam olahraga tersebut.

Menurut Bardet, lonjakan investasi dari miliarder dan negara-negara membuat tim-tim superteam menjadi sangat kuat. Mereka dapat mengumpulkan banyak pembalap potensial GC ke dalam tim yang sama, yang mengarah pada kontrol balapan yang berlebihan oleh tim-tim tersebut.

"Saat ini, sangat mungkin bahwa pembalap dari dua tim yang sama akan menempati podium atau lima besar, dan saya merasa itu kurang menarik," kata Bardet.

Untuk mengatasinya, Bardet mengusulkan sejumlah solusi, termasuk pembatasan gaji, pembentukan tim yang lebih kecil di Grand Tours, dan pelarangan penggunaan radio komunikasi durante balapan. Pembatasan gaji, seperti yang diterapkan dalam olahraga rugby Prancis, dapat mendistribusikan pembalap terbaik secara lebih adil di antara 18 tim WorldTour. Tim yang lebih kecil akan memungkinkan lebih banyak tim berpartisipasi dalam setiap balapan, yang pada gilirannya akan meningkatkan persaingan.

"Jika kita berbaris dengan lebih sedikit pembalap, kita dapat membawa lebih banyak tim ke setiap balapan, sehingga akan ada lebih banyak sponsor yang bisa berpartisipasi di Tour [de France], yang berarti lebih banyak uang untuk semua. Persaingan akan lebih terbuka, karena akan lebih sulit bagi tim untuk mengendalikan balapan," jelas Bardet.

Selain itu, Bardet juga menyoroti potensi dampak negatif dari dominasi superteam pada pembalap muda. Ia khawatir bahwa pembalap muda terlalu fokus pada kesuksesan dini dan mengabaikan aspek lain dalam hidup mereka, seperti pendidikan dan kehidupan sosial. Hal ini dapat menyebabkan kejenuhan dan potensi kecurangan di kemudian hari.

"Saya sangat khawatir dengan arah balap sepeda saat ini, khususnya bagi generasi muda," kata Bardet.

"Sekarang, saya hanya melihat pembalap berusia 17 tahun yang melewatkan segalanya dan hanya terpaku pada balap sepeda. Mereka mengejar ketenaran sejak dini, karena mereka memiliki Remco [Evenepoel] dan Pogačar dalam benak mereka dan berpikir mereka bisa langsung naik podium."

Bardet menekankan bahwa ia tidak mementingkan diri sendiri dalam mengutarakan pandangannya, melainkan demi olahraga itu sendiri. Ia berharap dapat berperan aktif dalam membentuk masa depan balap sepeda yang lebih berkelanjutan, di mana etika dan daya saing dijunjung tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini