Beranda Berita Reformasi Manufaktur Sepeda AS: RUU Solusi atau Harapan Kosong?

Reformasi Manufaktur Sepeda AS: RUU Solusi atau Harapan Kosong?

22
0

Amerika Serikat, meski terkenal sebagai negara bersepeda, justru menghadapi kenyataan pahit dalam industri manufakturnya. Pada 2022, AS mengimpor sepeda senilai $2,2 miliar, sementara nilai ekspornya hanya $171 juta. Mayoritas sepeda impor berasal dari Tiongkok.

Di tengah kesulitan produsen sepeda global pasca-pandemi, seorang anggota Kongres AS, Earl Blumenauer, mengusulkan Domestic Bicycle Product Act (DBPA) sebagai solusi. RUU ini memiliki tiga pendekatan:

  • Menghentikan bea masuk komponen sepeda impor selama 10 tahun untuk mendorong perakitan di AS.
  • Kredit pajak bagi produsen sepeda listrik sebagai insentif.
  • Pinjaman berbunga rendah untuk pembelian peralatan produksi.

Blumenauer terinspirasi oleh "kebangkitan manufaktur sepeda Eropa," di mana produksi tahunan meningkat 10% pada 2022. Namun, prospek DBPA dipertanyakan karena masih dalam tahap awal.

Chris Cocalis, pendiri Pivot Cycles yang merakit sepeda di Arizona, mendukung penghapusan bea masuk. "Ini memungkinkan kami fleksibel, menawarkan lebih banyak paket, dan mempertahankan merek kami," katanya.

Keberhasilan DBPA bergantung pada peninjauan dan persetujuan lebih lanjut, serta prioritas pasca-Blumenauer yang akan pensiun pada 2024.

Beberapa pengamat skeptis terhadap dampak DBPA, mengingat industri sepeda AS telah lama bergantung pada impor. Ada pula yang khawatir tentang subsidi untuk produsen dan potensi biaya bagi konsumen.

Meski demikian, DBPA memberikan harapan baru bagi industri manufaktur sepeda AS. Apakah itu akan menjadi solusi jangka panjang atau sekadar janji kosong, waktu yang akan menjawab.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini