Beranda Berita Sejarah Terukir: Richard Carapaz Jadi Pembalap Pertama Ekuador yang Kenakan Jersey Kuning...

Sejarah Terukir: Richard Carapaz Jadi Pembalap Pertama Ekuador yang Kenakan Jersey Kuning Tour de France

16
0

Richard Carapaz dari tim EF Education-EasyPost mengukir sejarah pada etape ketiga Tour de France, menjadi pembalap pertama asal Ekuador yang mengenakan jersey kuning di Grand Tour Prancis.

Keberhasilan Carapaz tidak lepas dari kerja sama tim yang luar biasa. Ia memanfaatkan posisi yang tepat di kilometer terakhir yang diwarnai insiden tabrakan. Carapaz finis di grup depan yang terdiri dari sekitar 40 pembalap dan berhasil merebut keunggulan klasemen umum.

"Ya, ini mengejutkan bagi kami. Kami pikir itu akan sulit, tetapi hari ini saya merasa baik dan menurut saya ini sepadan dengan risikonya. Saya harus bertaruh dan harus mencoba melakukannya. Tim telah melakukan pekerjaan yang luar biasa hingga akhir. Saya sangat bahagia," ujar Carapaz dalam wawancara pasca balapan.

Pemimpin klasemen sebelumnya, Tadej Pogačar (UAE Team Emirates), Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike), Remco Evenepoel (Soudal-QuickStep), dan Carapaz memulai etape ketiga dengan waktu yang sama.

Pogačar, Vingegaard, dan Evenepoel terlibat dalam kecelakaan dua kilometer menjelang garis finis. Meski diberi waktu yang sama dengan pemenang etape Biniam Girmay (Intermarché-Wanty), Carapaz-lah yang berhak mengenakan jersey kuning.

Carapaz mengaku bangga mengenakan jersey kuning dan menyebutnya sebagai momen bersejarah bagi dunia balap sepeda Ekuador. Ia bertekad untuk menikmati setiap momen mengenakan jersey kuning pada etape keempat yang menantang dari Pinerolo ke Valloire.

Setelah meraih kemenangan di Giro d’Italia 2019 dan memimpin Vuelta a Espana 2020, Carapaz kini menjadi pembalap yang pernah memimpin ketiga Grand Tour.

“Ini adalah mimpi bagi saya karena saya sangat menghormati Tour, mengenakan jersey kuning di balapan terbaik di dunia,” ujar Carapaz.

“Saya selalu mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk ini dan dapat menikmati momen ini sangat besar artinya bagi saya,” tambahnya.

Dalam balapan yang menegangkan, Carapaz dan timnya mengatur posisi dengan sangat baik. Mereka mengantisipasi finis sprint pertama di Tour.

“Dari sana, saya bisa bertahan sebaik mungkin, dan kemudian Marijn [van den Berg, rekan setim dan sprinter] dan saya melesat ke garis finis. Itu sangat spektakuler,” tutur Carapaz.

Keberhasilan Ekuador mengklaim jersey kuning untuk pertama kalinya merupakan prestasi yang spektakuler. Tahun ini, prestasi tersebut semakin spesial karena terjadi di kota yang sama di mana rekan senegaranya, Jhonatan Narvaez (Ineos Grenadiers), memimpin Giro d’Italia untuk satu hari.

“Saya bekerja sangat keras untuk momen ini,” pungkas Carapaz. “Ini juga sangat berarti bagi negara saya. Tidak banyak dari kita di WorldTour dan saya harap ini dapat membantu perkembangan balap sepeda di negara saya.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini