Beranda Berita Tadej Pogačar Merasa Lebih Kuat dari Juara Giro d’Italia, Siap Hadapi Kompetisi...

Tadej Pogačar Merasa Lebih Kuat dari Juara Giro d’Italia, Siap Hadapi Kompetisi Tour de France

21
0

Tadej Pogačar, pemenang Giro d’Italia 2024 dan mantan juara dua kali Tour de France, mengungkapkan kondisinya yang kian prima. Ia mengaku belum pernah merasa begitu prima dalam bersepeda.

"Saya merasa telah melangkah maju sejak Giro, dan kondisi saya bahkan lebih baik dari yang saya harapkan," ungkap Pogačar dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan di situs web UAE Team Emirates.

"Saya telah melakukan latihan yang bagus, dan saya menguji kemampuan saya sedikit. Jujur saja, saya tidak pernah merasa sebaik ini di atas sepeda."

Pogačar mengungkap strategi persiapannya jelang Tour de France, Grand Tour keduanya di musim ini. Berbeda dengan Tour de France 2023, Pogačar mengaku kondisinya jauh lebih baik karena tidak mengalami cedera sebelumnya.

"Tahun ini, persiapan saya sangat berbeda dari sebelumnya. Saya tidak mengalami cedera seperti di Liège-Bastogne-Liège."

"Saya melihat siapa yang membantu saya dan siapa yang tidak. Ada sedikit kekecewaan dan energi negatif, yang menumpuk hingga Tour de France. Saya tidak 100% percaya diri."

Pogačar menyebut Jonas Vingegaard, Remco Evenepoel, dan Primož Roglič sebagai rival utamanya di Tour de France. Meski demikian, ia menekankan bahwa prediksi kondisi lawan di atas balapan tidak selalu akurat.

"Jonas mengalami cedera yang buruk, tetapi saya pikir dia akan baik-baik saja. Jika dia kuat secara mental dan pulih dengan baik, kita harus siap melihatnya dalam performa terbaiknya."

"Kita lihat di Dauphiné, Remco dan Primož dalam kondisi yang sangat baik. Mungkin Remco masih terlalu dini untuk tampil maksimal, tetapi Primož menunjukkan performa yang sangat bagus."

Terkait rencana pasca-Tour de France, Pogačar membenarkan bahwa ia tidak akan berpartisipasi di Vuelta a España. Sebaliknya, ia menargetkan Kejuaraan Dunia di Zurich sebagai target besar terakhirnya musim ini.

"Tahun lalu, saya finis ketiga di Kejuaraan Dunia, dan saya ingin mencobanya lagi," tambahnya. "Saya sangat menyukai rute tahun ini. Swiss adalah negara yang indah, dan jalanannya bagus dengan tanjakan kecil. Ini akan menjadi balapan yang sulit. Memakai jersey pelangi adalah mimpi yang indah."

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini