Beranda Berita Tim Alpecin-Deceuninck Kenalkan Seragam "Dark Denim" untuk Tour de France

Tim Alpecin-Deceuninck Kenalkan Seragam "Dark Denim" untuk Tour de France

15
0

Tim balap sepeda Alpecin-Deceuninck telah memperkenalkan seragam khusus bertema "Dark Denim" untuk Tour de France mendatang. Seluruh pembalap, kecuali juara dunia Mathieu van der Poel, akan mengenakan seragam ini selama tiga minggu balapan.

Van der Poel hanya akan mengganti ban pelangi dengan seragam baru selama uji waktu pada tahap 7 dan 21.

Meski tidak terlalu berbeda dari seragam khusus Tour milik Visma-Lease a Bike, tampilan denim ganda yang lebih gelap ini memiliki tujuan spesifik. Seragam ini dimaksudkan untuk menyoroti kampanye media dari salah satu sponsor utamanya, merek sampo Alpecin.

Sebuah iklan yang dirilis bersamaan dengan seragam tersebut menampilkan Van der Poel dalam perlombaan melawan waktu, sementara co-manajer tim Phillip dan Cristoph Roodhooft mewakili "perjuangan melawan salah satu tanda penuaan yang paling terlihat—rambut beruban".

Peluncuran seragam ini dilakukan sehari setelah tim asal Belgia itu mengumumkan daftar delapan pembalap pada Senin malam. Tim tersebut bertekad untuk mengulangi keberhasilan sprint Jasper Philipsen pada Tour de France 2023 dan memburu kemenangan etape.

Van der Poel akan menggeber hari balap kedelapannya pada tahap 1 Tour de France setelah dipastikan sebagai salah satu "pemimpin absolut" Alpecin-Deceuninck bersama pemenang Milan-San Remo, Philipsen.

Balapan terakhirnya adalah Liège-Bastogne-Liège, di mana ia menempati posisi ketiga dan menutup kampanye Klasik yang sukses dengan memenangi Paris-Roubaix, Tour of Flanders, dan E3 Saxo Classic.

Dua bintang Alpecin-Deceuninck ini akan bergabung dengan Gianni Vermeersch, Silvan Dillier, Robbe Ghys, Søren Kragh Andersen, Jonas Rickaert, dan juara dunia balap jalan raya U-23 Axel Laurance.

Philipsen merupakan sprinter paling sukses pada edisi terakhir Tour de France dengan meraih empat etape dan kaus hijau, dibantu oleh kereta peluncuran terbaik dan Van der Poel sebagai orang terakhir.

Baik Philipsen maupun Van der Poel telah berkomitmen untuk masa depan jangka panjang dengan tim Roodhooft bersaudara hingga setidaknya 2028. Bersama-sama, mereka membentuk pasangan tangguh yang akan mengincar enam atau tujuh peluang sprint di Tour.

Van der Poel juga akan mengendarai Tour dengan ban pelangi sebagai juara dunia, dan penampilannya di Tour akan difokuskan sebagai penyetelan akhir menuju balap jalan Olimpiade Paris, mirip dengan cara ia membangun performa sebelum Kejuaraan Dunia di Glasgow pada 2023.

Ia juga mengumumkan awal Juni bahwa ia tidak akan mengikuti nomor MTB seperti yang direncanakan, dan hanya akan fokus pada balap jalan yang berlangsung pada 3 Agustus di Paris.

Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dokter yang mengkhawatirkan kondisi lututnya. Van der Poel diperkirakan akan mengikuti Tour de France dan Commonwealth Games sebelum mengalihkan fokus sepenuhnya ke persiapan Olimpiade.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini