Beranda Berita Tua? Bukan Halangan bagi Roy Lopez, Sang Pengayuh Sepeda Tangguh

Tua? Bukan Halangan bagi Roy Lopez, Sang Pengayuh Sepeda Tangguh

19
0

Di usianya yang telah menginjak 73 tahun, Roy Lopez membuktikan bahwa usia hanyalah angka belaka. Berbekal semangat juang yang tinggi, ia mengukir prestasi gemilang di ajang balap sepeda Unbound Gravel 2023.

Lopez berhasil menaklukkan lintasan berbatu dan berlumpur sepanjang 55 mil dalam waktu 3:09:58. Ia tidak hanya keluar sebagai pemenang di kelompok usia 70+, tetapi juga finis di peringkat 53 dari 590 peserta pria.

"Ini berarti segalanya bagi saya," ujar Lopez usai menerima plakat penghargaan. Kemenangan ini menjadi motivasi bagi Lopez untuk terus berjuang dan mengeksplorasi batas kemampuannya.

Semangat Lopez di atas sepeda berawal dari masa kecilnya di Kuba, di mana ia gemar berpacu dengan saudara-saudaranya menggunakan sepeda tunggal. Kecintaannya pada olahraga ini terus tumbuh seiring bertambahnya usia, dan kini menemukan bentuknya yang pas di lintasan gravel.

"Sepeda adalah segalanya. Bukan hanya kebebasan, tetapi juga kegembiraan. Orang selalu berkata saya tersenyum saat mengayuh, dan ya, karena saya merasakannya!" kata Lopez.

Setelah 45 tahun berkarir di bidang real estat, Lopez memutuskan untuk mengurangi waktu kerjanya demi fokus pada hobinya bersepeda. "Saat bekerja, saya memberikan 150%. Hal yang sama juga berlaku saat bersepeda. Namun, mengerjakan keduanya sangatlah sulit," jelas Lopez.

Sejak dilanda tantangan Rapha Festive 500, Lopez berkomitmen untuk berlatih secara sungguh-sungguh. Ia mengikuti jadwal latihan CTS dan belajar dari para profesional seperti Gravel Hall of Famer Yuri Hauswald.

"Usia tidak berarti apa-apa. Yang penting adalah sikap dan kerja keras. Berusaha keras adalah kunci untuk sukses dalam balapan," tegas Lopez. "Apakah saya lebih cepat lelah? Tentu saja. Jadi, saya mengatasinya dengan menyesuaikan dengan usia, tetapi jangan biarkan usia menjadi penghalang. Tidak ada kata terlambat. Anda tidak akan tahu batas Anda sampai Anda mengujinya."

Lopez menikmati proses belajar dan sangat bersemangat tentang pelatihan dan perkembangan yang dicapainya. "Telinga saya selalu terbuka untuk menyerap ilmu. Mata saya selalu terbuka untuk melihat peluang. Andai saja saya bisa menjadi seorang pembalap sepeda profesional, itu akan menjadi mimpi yang menjadi kenyataan," ujarnya bercanda.

Lopez berencana untuk terus berlaga di berbagai kejuaraan, mulai dari Maratona dles Dolomites hingga Unbound Gravel 2025. Ia juga ingin menjadikan bersepeda sebagai olahraga yang lebih inklusif, terutama bagi orang-orang lanjut usia.

"Pada usia 75 tahun, dengan harapan bisa memenangkan lebih banyak balapan, saya ingin mulai mempromosikan bersepeda di usia lanjut," katanya.

Kisah Roy Lopez menjadi inspirasi bahwa usia bukanlah halangan untuk mengejar impian dan hidup sehat. Semangat dan determinasinya membuktikan bahwa segala sesuatu mungkin dicapai dengan kerja keras, dedikasi, dan cinta yang besar pada apa yang kita lakukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini