Beranda Berita Giro d’Italia: Pogačar Lepas Serangan, Fokus Amankan Maglia Rosa

Giro d’Italia: Pogačar Lepas Serangan, Fokus Amankan Maglia Rosa

20
0

Pada etape keempat Giro d’Italia, Tadej Pogačar tak lagi agresif seperti pada etape sebelumnya. Bukan karena kurang motivasi, melainkan Posisi yang kurang menguntungkan menghalangi sang pemimpin klasemen untuk melancarkan serangan.

Momen krusial terjadi di tanjakan pendek Capo Mele. Pogačar tampak berada di dekat depan peloton, siap menyergap. Namun, berbeda dengan etape ketiga di mana ia mengejar Mikkel Honore, kali ini Pogačar enggan mengejar Filippo Ganna yang melakukan aksi nekat di tanjakan Mele, yang terkenal dari balapan tahunan Milan-San Remo.

"Tentu saja saya ingin mengikutinya. Sayangnya, posisi saya terlalu buruk untuk mengejarnya dan melancarkan serangan," kata Pogačar.

"Hari ini, saya lebih fokus pada keselamatan untuk mengamankan posisi finis, dan saya berada di posisi yang baik di puncak tanjakan."

Pebalap asal Slovenia itu pun melintasi garis finis di urutan ke-30, mengamankan maglia rosa untuk hari berikutnya. Namun, yang menjadi sorotan pada hari itu bukanlah warna jerseynya, melainkan celana yang ia kenakan.

Pogačar memilih mengenakan celana pendek hitam alih-alih celana pendek magenta yang biasa ia kenakan. "Secara umum, hari ini merupakan hari yang baik bagi saya dan tim," ujar Pogačar. "Sayang sekali [sprinter tim UAE Juan Sebastian] Molano terjatuh, tapi saya pikir dia baik-baik saja. Dia butuh ganti sepeda di final, jadi dia kehilangan sprint. Tapi secara keseluruhan, hari ini berjalan baik."

Kehadiran tanjakan Mele membuatnya teringat pada balapan Sanremo, yang masih belum bisa ia menangkan meskipun tahun ini ia berhasil naik podium di belakang duo Alpecin-Deceunink, Jasper Philipsen dan Mathieu van der Poel.

"Senang bisa berada di jalanan ini dan balapan di sini lagi. Saya tahu hampir setiap meter dari trek ini. Mungkin bahkan lebih menegangkan daripada Sanremo, tapi itu adalah finis yang bagus."

Pogačar juga ditanya mengapa Jay Vine, yang seharusnya ikut balapan Giro tapi absen karena kecelakaan parah di Itzulia-Pais Vasco, digantikan oleh seorang allrounder seperti Stake Vegard Laengen dan bukannya seorang climber seperti pebalap Australia itu.

"Keputusan tentang pebalap yang akan dibawa sebagai pengganti Jay memiliki beberapa alternatif. Ada beberapa pebalap yang sudah banyak balapan tahun ini dan itu tidak mudah," jelas Pogačar.

"Saya bahkan berpikir bahwa Laengen adalah pilihan terbaik, karena saya tahu kami harus mengambil banyak tanggung jawab [untuk mengendalikan balapan] dan baik Mikkel [Bjerg] maupun Domen [Novak] sedang mendaki dengan sangat baik."

"Jadi kami bisa memanfaatkan Laengen lebih banyak untuk menguasai bagian datar dari etape karena itulah yang sangat ia kuasai. Saya tahu itu keputusan yang bagus, dan berjalan dengan baik."

Kendati Pogačar menjadi pebalap terkuat di peloton Giro saat ini, keseimbangan kekuatan antartim masih sangat seimbang. Saat ditanya tim lawan yang paling ia waspadai, Pogačar menunjuk Ineos Grenadiers sebagai tim yang sangat kuat, dengan Thymen Arensman dan Tobias Foss yang awalnya memiliki opsi GC. Namun, ia juga menambahkan bahwa baik atlet asal Belanda maupun Norwegia itu sudah kehilangan beberapa waktu secara keseluruhan.

"Ada tim lain seperti Bora-Hansgrohe yang masih memiliki dua pebalap yang berada di posisi bagus, Dani Martinez dan Filippo Lipowitz," katanya. "Ditambah lagi, saya pikir Bahrain bisa memainkan lebih banyak kartu juga. Jadi, menurut saya kita akan lihat siapa yang akan menjadi yang paling berbahaya."

Pogačar kembali menghadapi pertanyaan-pertanyaan seputar kontroversi celana pendek, meski komentarnya tidak menambah banyak informasi baru. "Saya sudah berbicara dengan beberapa jurnalis mengenai hal ini di pagi hari," katanya. "Tapi ya, saya mendapatkan skin suit dari penyelenggara. Saya memakainya karena lebih cepat dan saya juga menyukainya."

"Lalu kami mendapat telepon dari UCI bahwa itu melanggar aturan, jadi ceritanya terus berlanjut. Saya memutuskan untuk tidak mengambil risiko apa pun dan mengenakan celana pendek hari ini, bukan skin suit."

Namun, poin paling menarik tetap pada sikap Pogačar yang selalu bersemangat untuk melancarkan serangan sebanyak mungkin. Setelah melewatkan etape keempat, tidak ada yang tahu apa yang akan ia lakukan di etape kelima menuju Lucca pada hari Rabu, meskipun balapan akan berakhir dengan finis yang datar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini