Beranda Berita Kisah Trhas, Sang Atlet Sepeda Pengungsi Berprestasi

Kisah Trhas, Sang Atlet Sepeda Pengungsi Berprestasi

23
0

Trhas Teklehaimanot Tesfay, pesepeda elit asal Ethiopia, tengah berjuang melewati masa-masa sulit sebagai pencari suaka di Inggris. Hidupnya jauh dari kemewahan akibat keterbatasan finansial dan ketidakpastian masa depan.

Tesfay, yang kini berusia 22 tahun, meninggalkan Ethiopia setelah konflik brutal melanda wilayah Tigray. Dia tinggal di sebuah hotel di London Barat bersama dua orang lainnya dan hanya menerima kurang dari £10 per minggu untuk kebutuhan hidupnya.

Meski dalam kondisi memprihatinkan, Tesfay masih bertekad untuk melanjutkan kariernya di dunia olahraga sepeda. Dia berharap bisa mewakili tim pengungsi di Kejuaraan Dunia mendatang jika permohonan suakanya dikabulkan. Namun, kebijakan anti-pengungsi pemerintah Inggris mengancam keberadaannya di negara itu.

Meskipun menghadapi rintangan, Tesfay mendapatkan dukungan dari komunitas bersepeda setempat. Tim Africa Rising telah menggalang dana dan menyediakan perlengkapan untuk membantu Tesfay berlatih. Dia juga mendapatkan pelatih, Alice Lethbridge, yang membimbingnya kembali ke jalan balap.

"Saya sangat senang dengan sepeda baru dari UCI dan akses latihan online dari Zwift," ujar Tesfay. "Saya juga beruntung bisa bekerja dengan Alice. Saya sangat berterima kasih karena banyak orang yang mencoba membantu saya."

Kisah Tesfay menjadi sorotan media Inggris, menarik perhatian pada kondisi sulit yang dihadapi para pencari suaka. Tekad dan prestasinya yang luar biasa menginspirasi banyak orang.

"Ketika saya mendengar tentang Trhas dan situasinya, kami langsung mengerahkan sumber daya untuk membantunya bersepeda lagi," kata Kimberly Coats, CEO Africa Rising. "Trhas berhak mendapatkan kesempatan yang sama dengan atlet muda dari negara yang stabil – hak untuk merasa aman dan menunjukkan bakatnya kepada dunia."

Perjuangan Trhas menyajikan sebuah gambaran kontras antara kekuatan semangat manusia dan kompleksitas tantangan yang dihadapi para pengungsi. Dengan dukungan dari komunitas dan media, Tesfay berharap bisa mendapatkan status pengungsi dan mengamankan masa depannya di Inggris.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini