Beranda Balap Perjalanan Berliku Lewis Askey Menuju Puncak Bersepeda Profesional

Perjalanan Berliku Lewis Askey Menuju Puncak Bersepeda Profesional

18
0

Lewis Askey, pebalap muda asal Cannock, telah menorehkan jejaknya di dunia balap sepeda profesional. Meski usianya baru 22 tahun, ia telah meraih kemenangan bergengsi di ajang balap klasik Paris-Roubaix junior, yang menjadi titik balik kariernya.

Menurut Askey, setiap pebalap memiliki jalur unik menuju kesuksesan. "Banyak pebalap berjuang keras untuk meraih kesuksesan, menghabiskan banyak uang untuk pelatihan dan perlengkapan," katanya. Namun, bagi Askey, kemenangan di Paris-Roubaix junior telah mengubah segalanya.

"Itulah momen pertama saya menyadari bahwa saya bisa bersaing di level tertinggi," ungkap Askey. "Kemenangan itu mengantarkan saya ke radar tim-tim WorldTour dan publik secara luas."

Balapan di Paris-Roubaix junior menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Askey. "Hari itu sangat indah," kenangnya. "Saya terjatuh di sektor pertama, tetapi beruntung bisa kembali ke depan."

Askey bertarung sengit melawan pebalap-pebalap top dunia, termasuk pemenang Grand Tour di masa depan. "Grup kami semakin mengecil hingga tersisa sekitar 15 pebalap," katanya. "Remco Evenepoel dikawal ketat karena popularitasnya."

Dalam kekacauan balapan, Askey melihat celah untuk menyerang. "Saya menyerang di jembatan jalan raya dan seorang pebalap Italia, Samuele Manfredi, bergabung dengan saya," katanya.

Mereka berdua mengayuh hingga ke velodrom untuk melakukan sprint dua arah. "Saya berlari lebih cepat di tikungan terakhir dan memenangkan balapan," ujar Askey.

Kemenangan di Paris-Roubaix junior tidak hanya menjadi puncak karier Askey, tetapi juga membuka jalan bagi pencapaian-pencapaian luar biasa di masa depan. Pengalaman dan pelajaran yang ia peroleh dalam balapan bersejarah itu telah membentuknya menjadi pebalap profesional yang tangguh dan berbakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini